Alpha Investasi | Aplikasi Investasi Saham Terbaik untuk Pemula

Logo Alpha Investasi

Gap Saham: Pengertian, Jenis dan Contoh

Daftar Isi

Saham merupakan komoditas dengan informasi perdagangan paling lengkap, dengan harga yang bergerak mengikuti hukum permintaan dan penawaran. Meskipun data permintaan dan penawaran saham dapat dengan mudah diakses melalui fitur order book, pergerakan harga tidak selalu mengikuti urutan harga fraksi (tick). Terkadang, terjadi fenomena yang disebut sebagai “gap saham”, di mana perbedaan yang tajam antara harga penutupan dan pembukaan saham menciptakan ruang kosong pada chart saham. Sebagai contoh, sebuah saham yang ditutup pada harga Rp550 per lembar pada satu hari, bisa saja dibuka pada hari berikutnya dengan harga langsung Rp600 per lembar.

Pengertian Gap Saham

Seperti yang telah dijelaskan di atas, gap saham adalah ruang kosong yang tampak pada gambar chart saham sebagai akibat dari adanya selisih harga yang cukup tajam pada saham tersebut dalam periode waktu tertentu.

Misalnya, harga penutupan hari sebelumnya adalah Rp550 per lembar, sementara harga pembukaan pada hari ini adalah Rp600 per lembar. Maka, di chart saham, candlestick tidak akan muncul atau muncul tipis-tipis saja pada area harga Rp550-Rp600 per lembar.

Gap saham adalah fenomena yang seringkali muncul dalam perdagangan instrumen ini. Oleh karena itu, sebagai investor, Anda harus bisa memanfaatkannya dengan baik.

Jenis-Jenis Gap Saham

Gap saham terbagi ke dalam 4 jenis, yaitu:

1. Common gap

Comon Gap
Sumber: Investopedia

Common gap adalah jenis gap saham yang paling sering muncul dalam trading. Gap jenis ini dicirikan dengan adanya selisih kecil antar harga saham yang mana selisih tersebut dapat segera terpenuhi (to fill) beberapa hari kemudian. Pada gambar di atas misalnya, ada selisih yang terjadi antara candlestick A dan candlestick B yang mana kemudian rentang harga dalam selisih tersebut dapat terpenuhi dengan mudah menggunakan candlestick D (warna hitam).

Selain itu, ciri dari common gap adalah tidak adanya volume trading yang signifikan. Common gap tidak memberikan insight apapun mengenai pergerakan harga saham kedepannya. Namun demikian, ciri ini perlu Anda ketahui supaya Anda tidak keliru mengidentifikasi.

2. Breakaway gap

Breakaway gap
Sumber: Investopedia

Breakaway gap adalah jenis gap saham yang mengidentifikasi adanya pergerakan harga saham yang sangat kuat. Jenis gap ini dicirikan dengan pembukaan harga (opening price) yang lebih tinggi dibandingkan resisten harga penutupan (closing price) atau lebih rendah dibandingkan dengan support harga penutupan. Tidak hanya itu, breakaway gap juga dicirikan dengan adanya volume perdagangan dalam jumlah besar.

Dalam contoh di atas misalnya, garis resisten ditunjukkan dengan garis yang menghubungkan nilai tertinggi harga saham pada hari sebelumnya. Breakaway gap terjadi ketika harga pembukaan saham tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan garis resisten ini. Breakaway gap biasanya terletak di akhir sebuah trend dan akan memunculkan trend harga yang baru.

3. Runaway gap

Runaway gap atau continuation gap adalah gap yang terjadi di tengah-tengah trend harga dan menunjukkan potensi keberlanjutan trend tersebut. Pada gambar di atas misalnya, gap terjadi di tengah bullish trend dan trend tersebut terus berlanjut selama beberapa waktu. Sama seperti breakaway gap, runaway gap juga terjadi dengan adanya volume perdagangan yang tinggi.

4. Exhaustion gap

Exhaustion gap
Sumber: Investopedia

Exhaustion gap adalah gap yang terjadi ketika pasar mengalami titik jenuh. Biasanya, gap ini terjadi setelah adanya bullish trend selama beberapa periode, sehingga pada satu titik tertentu, pembeli (bull) tidak dapat mendorong harga saham tersebut ke atas lagi.

Selain diawali dengan uptrend, ciri lain dari exhaustion gap adalah adanya volume perdagangan yang tinggi ketika gap ini terjadi. Misalnya, harga penutupan sebuah saham adalah Rp500 per lembar dengan jumlah permintaan (bid) 10.000 lembar. Pada level harga ini pembeli mengalami kejenuhan, sehingga pada harga pembukaan di hari selanjutnya harga jatuh ke Rp445 per lembar dengan permintaan sebanyak 15.000 lembar.

Penyebab Terjadinya Gap

Gap saham bisa terjadi karena adanya faktor fundamental maupun teknikal. Faktor fundamental yang bisa menyebabkan adanya selisih harga yang tajam ini, seperti peningkatan atau penurunan tajam pada pendapatan atau laba perusahaan atau adanya berita buruk dan baik mengenai perusahaan tersebut.

Adapun faktor teknikal yang memungkinkan terjadinya gap, seperti munculnya beberapa chart pattern pendukung, seperti cup and handle, flag pattern atau wedges pattern yang menunjukkan adanya potensi pembalikan pada harga saham.

Gap saham, khususnya tipe common gap, lebih mudah terpenuhi (to fill) atau grafik harga beberapa hari setelahnya mengisi selisih yang kosong. Terpenuhinya selisih atau gap saham ini bisa terjadi karena adanya ekspektasi yang berlebih pada awal terjadinya gap atau ternyata informasi yang tersebar pada awal pembentukan gap tersebut ternyata tidak benar. Hal ini lantas akan menyebabkan harga saham tersebut mengalami koreksi.

Tips Menggunakan Gap Saham

  1. Cek volume dan pola chart. Untuk mengidentifikasi jenis gap yang muncul di layar aplikasi trading Anda, Anda perlu mengecek volume perdagangan dan pola chart saham tersebut. Oleh karena itu, sebaiknya Anda menggunakan candlestick alih-alih chart tipe lain. Sebab dengan candlestick, Anda bisa mengidentifikasi volume, pola chart dan trend perdagangan dengan lebih mudah dan cepat.
  2. Cek berita emiten. Agar hasil identifikasi Anda tidak salah, Anda harus bisa mengetahui perkiraan penyebab terjadinya gap tersebut apakah karena ada sentimen buruk atau sentimen positif terhadap kinerja perusahaan.
  3. Gunakan indikator teknis lain. Gap saham adalah salah satu jenis lagging indicator yaitu indikator yang baru bisa diidentifikasi dengan baik setelah perubahan harga terjadi. Oleh karena itu, untuk persiapan adanya gap ini, sebaiknya Anda menggunakan indikator teknis yang lain juga, seperti RSI Index atau Moving Average Convergence Divergence (MACD).

Nah, 3 hal di atas dapat Anda lakukan dengan mudah menggunakan aplikasi Alpha Investasi.  Dilengkapi data dan indikator fundamental dan teknikal yang lengkap, Alpha Investasi menyajikan aplikasi investasi saham tanpa minimum deposit yang cocok untuk pemula. Jadi, tunggu apalagi! Yuk Gunakan Alpha Investasi sekarang!

Scroll to Top