Alpha Investasi | Aplikasi Investasi Saham Terbaik untuk Pemula

Logo Alpha Investasi

Apa Itu Prospektus? Simak Pengertian, Contoh & Fungsi Prospektus

Daftar Isi
Prospektus adalah

Sebelum membeli sebuah reksadana, terdapat dua dokumen yang sebaiknya kamu baca dan analisis.

Dua dokumen tersebut adalah fund fact sheet dan prospektus.

Kedua dokumen ini biasanya dapat kamu peroleh dalam profil reksadana yang kamu pilih.

Sesuai dengan namanya, fund fact sheet adalah lembaran yang berisi mengenai data-data penting reksadana tersebut dalam satu bulan terakhir.

Di sisi lain, prospektus adalah dokumen yang lebih tebal seperti buku dan biasanya di update setahun sekali karena pengkinian laporan keuangan.

Tidak hanya pada reksadana, dokumen ini juga akan kamu temukan di berbagai instrumen investasi lain, mulai dari saham hingga obligasi.

Pahami apa itu prospektus dan apa saja isinya dengan membaca artikel berikut ini.

Apa Itu Prospektus?

Apa Itu Prospektus?

Prospektus adalah dokumen yang digunakan oleh perusahaan atau Manajer Investasi untuk menjelaskan informasi mengenai instrumen investasi yang ditawarkan secara detail.

Prospektus perlu dibaca oleh investor karena memberikan pemahaman terkait instrumen investasi.

Sejumlah hal penting yang perlu diperhatikan dan dicantumkan dalam prospektus antara lain adalah profil manajemen perusahaan, rencana penggunaan dana yang terkumpul dari instrumen investasi tersebut, profil dan sejarah perusahaan, hingga laporan keuangan dan manajemen risiko.

Pada dasarnya, prospektus digunakan dalam situasi di mana informasi rinci diperlukan untuk memberikan transparansi dan memberikan gambaran yang jelas tentang suatu penawaran atau investasi kepada pihak yang berkepentingan.

Dengan demikian, investor akan mendapatkan gambaran penuh mengenai instrumen investasi yang akan dibeli serta Manajer Investasi yang menjual efek tersebut.

Prospektus merupakan dokumen resmi yang harus diserahkan oleh perusahaan yang ingin IPO kepada OJK.

Dokumen ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu preliminary prospectus, yaitu prospektus yang diserahkan kepada OJK untuk di review saat akan IPO atau new fund offering (NFO) dan final prospectus yaitu prospektus yang dirilis ke publik.

Baca juga: Hindari Investasi Bodong! Pelajari Ciri-ciri & Daftarnya yang Dirilis OJK!

Fungsi Prospektus

Fungsi Prospektus

Berikut adalah beberapa fungsi dari prospektus:

1. Memberikan Informasi Kepada Calon Investor.

Fungsi utama prospektus adalah memberikan informasi yang lengkap, akurat, dan transparan kepada calon investor.

Prospektus berisi rincian tentang profil perusahaan, produk atau layanan yang ditawarkan, struktur kepemilikan, kegiatan usaha, kondisi keuangan, risiko yang terkait, manajemen, dan informasi lainnya yang relevan.

Informasi ini membantu calon investor dalam memahami secara mendalam tentang investasi yang mereka pertimbangkan.

2. Membantu Investor Membuat Keputusan Investasi yang Terinformasi

Prospektus memberikan pemahaman yang lebih baik tentang risiko dan potensi keuntungan dari investasi yang ditawarkan.

Dengan melalui prospektus, investor dapat mengevaluasi apakah investasi tersebut sesuai dengan tujuan keuangan, toleransi risiko, dan preferensi mereka.

Informasi yang disajikan dalam prospektus membantu investor dalam membuat keputusan investasi yang terinformasi dan mempertimbangkan dengan cermat faktor risiko dan potensi imbal hasil.

3. Menciptakan Transparansi dan Perlindungan Investor

Prospektus merupakan sarana untuk menciptakan transparansi dalam penawaran atau investasi yang dilakukan.

Dengan menyediakan informasi yang wajib disampaikan secara jujur dan lengkap, prospektus membantu melindungi investor dari praktik penipuan atau manipulasi pasar.

Prospektus juga berfungsi sebagai dokumen hukum yang memberikan hak dan perlindungan kepada investor, seperti hak untuk mendapatkan informasi yang terbaru dan hak untuk mengajukan gugatan jika ada penyimpangan atau pelanggaran.

Secara keseluruhan, prospektus berperan penting dalam memberikan informasi yang akurat dan transparan kepada calon investor, membantu mereka dalam membuat keputusan investasi yang terinformasi, serta menciptakan transparansi dan perlindungan bagi para investor.

Baca juga: Perbedaan Trading & Investasi yang Wajib Investor Pemula Pahami

Komponen-Komponen dalam Prospektus

Komponen-komponen di dalam prospektus

Secara sederhana, prospektus berisi:

1. Profil Perusahaan Penerbit Surat Berharga

Di bagian ini, kamu bisa mendapatkan informasi mengenai sejarah perusahaan tersebut, bukti legalitas operasional perusahaan, tanggal penerbitan efek dan lain sebagainya.

Berdasarkan informasi ini, kamu bisa melihat kredibilitas perusahaan tersebut dari sisi sejarah dan profilnya.

2. Laporan Keuangan Produk

Seperti yang telah disebutkan di atas bahwasanya laporan keuangan produk juga merupakan bagian dari prospektus untuk menunjukkan kondisi terkini dari Manajer Investasi terkait.

Fungsi dari laporan keuangan produk di prospektus reksadana adalah memberikan informasi tentang kinerja keuangan dan kondisi investasi dari reksa dana tersebut.

Laporan keuangan produk menyajikan rincian tentang nilai aktiva bersih (NAB) per unit penyertaan, alokasi aset, pendapatan yang dihasilkan, biaya yang dibebankan,serta kinerja historis.

Laporan ini membantu investor dalam memahami performa reksadana dan membuat keputusan investasi yang lebih terinformasi.

Sama seperti laporan keuangan pada umumnya, laporan ini juga harus diulas oleh auditor publik untuk menghindari terjadinya fraud akuntansi.

Baca juga: Pengertian NAB dan Cara Menghitungnya dengan Benar

3. Profil Manajemen Perusahaan Tersebut

Tentu kamu akan lebih percaya jika uang kamu diinvestasikan ke perusahaan yang digawangi oleh orang-orang yang ahli di bidangnya bukan?

Maka dari itu, informasi mengenai manajemen perusahaan emiten dan informasi mengenai anggota tim manajer investasi bisa kamu peroleh di dokumen ini.

4. Nama Lembaga Penunjang Efek

Ketika menerbitkan saham baru, baik itu melalui mekanisme IPO atau HMETD, sebuah perusahaan pasti didampingi oleh lembaga dan profesi penunjang efek.

Lembaga dan profesi penunjang efek tersebut seperti, perusahaan sekuritas yang bertugas menjadi penjamin emisi efek, kantor auditor publik (KAP), hingga firma yang mengurus aspek hukum perusahaan.

5. Tujuan Pengumpulan Dana Investasi

Tahukah kamu, bahwa beberapa perusahaan menerbitkan saham baru dan mengumpulkan dana dari investor publik untuk membayar utang?

Informasi seperti ini tentu tidak akan diperoleh dari laporan tahunan, melainkan diperoleh di prospektus.

Tentu sedikit banyak sikap “gali lubang dan tutup lubang” ini akan mempengaruhi keputusan investasi investor baik itu dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

6. Risiko-risiko Terkait Instrumen Investasi

Di dokumen yang tebalnya bisa ratusan halaman ini juga dijabarkan mengenai risiko-risiko yang bisa timbul akibat dari investasi pada instrumen tersebut.

Tujuannya adalah untuk membantu investor memetakan kemungkinan-kemungkinan buruk mengenai investasi di instrumen terkait.

Beberapa prospektus juga mencantumkan glosarium yang berisi mengenai istilah-istilah penting terkait instrumen investasi yang ditawarkan.

Dalam prospektus yang diterbitkan oleh manajer investasi biasanya juga terdapat mengenai komponen reksadana terkait, strategi investasi, besaran biaya administrasi yang ditawarkan perusahaan, mitigasi risiko dan lain sebagainya.

Baca juga: Tujuan, Jenis & Contoh Investasi Jangka Panjang

Cara Memahami Prospektus

Cara Memahami Prospektus

Untuk mempermudah proses memahami prospektus, kamu bisa membuka daftar isi prospektus terkait dan mencari poin-poin berikut ini:

  1. Profil perusahaan dan manajer investasi. Hal ini penting untuk memastikan bahwa perusahaan dan manajer investasi yang kamu gunakan jasanya telah terdaftar di OJK dan memiliki rekam jejak yang baik.
  2. Tujuan dan kebijakan investasi perusahaan tersebut. Bagian ini penting untuk dibaca dan dianalisis demi memastikan bahwa dana investasi akan digunakan untuk hal-hal yang menunjang proses operasional perusahaan, sehingga dapat menghasilkan keuntungan kedepannya. Bagi investor reksa dana, bagian ini penting untuk mengetahui kebijakan alokasi investasi yang dilakukan oleh manajer investasi. Kebijakan alokasi ini sedikit banyak akan berpengaruh pada risiko investasi yang harus ditanggung oleh investor.
  3. Metode penghitungan NAB dan Biaya administrasi yang dikenakan (dalam reksadana). Dua hal ini penting sebab dapat mempengaruhi potensi keuntungan yang bisa diperoleh investor.
  4. Laporan keuangan perusahaan. Sebagaimana laporan keuangan pada umumnya, laporan keuangan di prospektus juga terletak di bagian akhir. Di dalam laporan keuangan ini, kamu bisa mengetahui kondisi keuangan perusahaan terkini. Hal ini penting khususnya bagi investor saham.

Analisis yang komprehensif, termasuk dengan membaca prospektus dan fund fact sheet (FFS) dibutuhkan oleh investor untuk mendapatkan gambaran penuh mengenai instrumen investasi yang dituju.

Hal ini semakin penting jika investor tersebut berniat untuk membeli saham yang baru saja IPO.

Baca juga: 6 Cara Investasi untuk Pemula dengan Modal Kecil

Scroll to Top