Alpha Investasi | Aplikasi Investasi Saham Terbaik untuk Pemula

Logo Alpha Investasi

Apa Itu Resesi? Ketahui Penyebab, Dampak & Cara Menghadapinya!

Daftar Isi
Resesi Adalah

Memburuknya perekonomian dunia disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya dampak dari pandemi Covid-19. Akibat pandemi tersebut, mengubah kebiasaan masyarakat tak hanya dari cara bersosialisasi, tetapi juga perekonomiannya. Resesi adalah suatu istilah yang menggambarkan bahwa kondisi perekonomian dunia sedang memburuk dalam kurun waktu cukup lama, mulai berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

Yuk simak pembahasan lengkapnya serta cara menghadapinya agar kamu tidak terlalu panik!

Apa Itu Resesi?

Apa Itu Resesi

Resesi ekonomi ini diakibatkan adanya penurunan pada Produk Domestik Bruto (PDB), meningkatnya jumlah pengangguran, serta penurunan daya beli secara berturut-turut dalam dua kuartal terakhir.

Salah satu penyebab terjadinya resesi ekonomi adalah pandemi Covid-19 yang mengubah kebiasaan masyarakat cukup drastis, mulai dari kebiasaan bersosialisasi hingga daya beli yang semakin melemah.

Mari ketahui lebih jauh tentang bagaimana dampak, penyebab, serta cara menghadapi resesi pada poin selanjutnya.

Penyebab Resesi

Penyebab Resesi

Memburuknya kondisi perekonomian dunia, bisa terjadi karena berbagai faktor. Di bawah ini merupakan penyebab resesi ekonomi yang perlu diketahui.

1. Deflasi

Penyebab resesi yang pertama adalah akibat adanya deflasi berlebihan, dengan ciri-ciri menurunnya harga barang maupun jasa secara drastis. Deflasi menyebabkan meningkatnya daya beli masyarakat karena harga produknya cenderung lebih rendah.

Selain itu, deflasi juga disebabkan adanya penundaan pembelian barang atau jasa oleh masyarakat hingga harganya mencapai titik paling rendah. Deflasi berlebihan inilah yang membuat banyak perusahaan harus menekan biaya produksi sampai merugi.

Meskipun daya belinya jadi meningkat, apabila hal ini terjadi secara terus-menerus menyebabkan ketersediaan produk jadi terbatas. Imbasnya tak hanya terjadi pada harga barang, tetapi juga upah buruh banyak yang tak dibayar.

2. Inflasi

Kebalikan dari deflasi, inflasi merupakan kondisi di mana harga barang maupun jasa semakin melambung yang berakibat pada menurunnya daya beli masyarakat secara signifikan.

Sebenarnya, ini bukanlah hal yang buruk. Namun, apabila inflasi terjadi secara berlebihan menyebabkan terjadinya resesi, sebab pengangguran pun jadi semakin meningkat jumlahnya, terjadi PHK besar-besaran, hingga dampak kemiskinan.

Salah satu penyebab inflasi yang saat ini sedang terjadi, yakni pandemi Covid-19 yang membuat masyarakat melakukan panic buying. Kemudian hal ini berlanjut pada banyaknya PHK massal dan penurunan daya beli karena jumlah pengangguran semakin tinggi.

3. Adanya Guncangan Ekonomi Secara Mendadak

Penyebab resesi lainnya adalah adanya guncangan perekonomian dunia maupun suatu negara secara mendadak. Pada fase ini, banyak orang mulai kesusahan mencari pekerjaan untuk mendapatkan uang, sehingga berakibat pada melemahnya daya beli.

Apalagi ketika hutang mulai menumpuk karena suku bunga mendadak tinggi, banyak orang maupun perusahaan jadi kesulitan dalam melunasi hutangnya. Bahkan hal ini menyebabkan terjadinya kemungkinan gagal bayar. Guncangan perekonomian secara mendadak seperti ini menyulitkan banyak orang. Apalagi jika tak punya cukup tabungan ataupun dana darurat untuk menghadapinya.

4. Ketidakseimbangan Produksi dan Konsumsi

Adanya ketidakseimbangan antara produksi dan konsumsi dapat menyebabkan resesi ekonomi. Misalnya, jika barang ataupun jasa diproduksi oleh perusahaan secara berlebihan namun tak banyak orang yang membelinya.

Perusahaan pun mau tidak mau harus menekan biaya produksi untuk meminimalisir dampak kerugian. Apabila hal tersebut terjadi secara terus-menerus, tentunya membuat perusahaan lambat laun mengalami kerugian sampai akhirnya harus gulung tikar karena tak mampu membayarkan upah pegawainya.

5. Gelembung Aset Pecah

Pecahnya gelembung aset dapat menyebabkan resesi ekonomi. Pada masa ini, suku bunga pun akan meningkat jumlahnya, sehingga menyebabkan banyak investor terdampak apabila gegabah mengambil langkah.

Sebagian besar investor melakukan pembelian aset seperti properti dan saham ketika kondisi ekonomi sedang baik. Setelah itu, mereka akan menjual seluruh asetnya apabila kondisinya sedang mendesak atau ketika nilai jualnya memang sedang tinggi-tingginya.

Pada saat terjadi kenaikan suku bunga secara besar-besaran, kebanyakan investor berinisiatif menjual sahamnya maupun aset lainnya. Apabila mereka berlomba-lomba melakukan panic selling aset yang sudah mereka simpan, maka hal tersebut mengakibatkan rusaknya pasar.

6. Ekspor Lebih Rendah dari Impor

Pemicu terjadinya resesi ekonomi adalah rendahnya nilai ekspor dibandingkan impor. Hal seperti ini dapat berdampak pada penurunan devisa atau pendapatan negara, sehingga berakibat pula pada penurunan pendapatan nasional.

7. Perkembangan Teknologi Menggantikan Peran Manusia

Zaman sekarang, perkembangan teknologi semakin pesat dan sudah mulai menggantikan tenaga manusia untuk beberapa aspek. Salah satunya menggantikan peran manusia di bidang pekerjaan tertentu. Kemajuan teknologi memang bagus, namun jika berlebihan dampaknya pun tak akan baik.

Sebab nantinya justru menyebabkan terjadinya pengurangan tenaga kerja manusia secara massal, lalu meningkatkan jumlah pengangguran karena perannya tergantikan oleh teknologi canggih seperti robot dan Artificial Intelligence (AI).

Dampak Resesi Ekonomi

Dampak Resesi Ekonomi

Resesi ekonomi dampaknya tak hanya dirasakan oleh masyarakat umum saja, tetapi juga perusahaan bahkan negara. Simak penjelasan mengenai dampak resesi berikut ini.

1. Dampak Terhadap Pekerja dan Masyarakat Umum

Dampak resesi terjadi pada pekerja dan masyarakat umum suatu negara bahkan seluruh dunia. Hal yang terjadi saat resesi adalah mulai banyak perusahaan yang menutup bisnisnya karena beberapa faktor, sehingga hal ini menyebabkan banyak orang kehilangan pekerjaannya.

Pekerja yang harusnya memperoleh upah dari hasil kerjanya, kini mulai banyak yang menganggur. Bahkan masyarakat umum pun juga merasakan dampaknya, sehingga mencari berbagai cara untuk mendapatkan uang agar bisa terus melanjutkan hidup, mulai dari cara yang baik hingga buruk.

Semakin tingginya jumlah pengangguran tersebut, menyebabkan banyak orang mulai susah mencari uang, bahkan sampai menghalalkan segala cara. Akibatnya, pada saat terjadi resesi, semakin tinggi pula tingkat kriminalitasnya.

2. Dampak Terhadap Perusahaan

Selanjutnya, adapun dampak resesi yang terjadi pada perusahaan, yakni mulai banyak terjadi PHK besar-besaran guna menekan biaya produksi akibat tidak seimbangnya jumlah produksi serta melemahnya daya beli masyarakat. Pada saat yang sama, perusahaan juga punya kewajiban membayarkan hak karyawannya.

Namun, apabila penekanan biaya produksi tersebut terjadi terus-menerus karena terjadi resesi ekonomi, dapat membuat perusahaan susah bertahan dan akhirnya sampai gulung tikar.

3. Dampak Terhadap Negara atau Pemerintahan

Seperti pada penjelasan di poin penyebab resesi, bahwa terjadinya goncangan perekonomian secara mendadak dapat berdampak terhadap negara atau pemerintahan.

Dampak resesi pada negara atau pemerintahan adalah mengurangi devisa atau pendapatan negara. Hal ini terjadi karena banyaknya pengangguran yang membuat pemerintah dituntut agar bisa menyediakan lebih banyak lapangan pekerjaan.

Tak hanya itu, dampak resesi adalah menurunnya nilai pajak dan non-pajak, sehingga pendapatan negara semakin menurun jumlahnya. Hal ini karena aset properti nilainya anjlok, sebab saat terjadi resesi kondisi perekonomian masyarakat sedang buruk.

Cara Menghadapi Resesi

Cara Menghadapi Resesi

Resesi adalah kondisi di mana perekonomian dunia sedang memburuk dalam waktu beberapa bulan hingga beberapa tahun. Oleh karena itu, kamu perlu mengetahui cara menghadapi resesi supaya tidak terlalu panik!

1. Berhemat dan Menurunkan Gaya Hidup

Cara menghadapi resesi yang pertama adalah mulailah berhemat dan menurunkan gaya hidup. Tidak perlu mengikuti tren demi memenuhi gaya hidup, mulailah berhemat dengan membeli barang-barang yang diperlukan saja untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Membiasakan diri untuk berhemat, melatih kamu dalam hal mengelola keuangan. Sehingga, kamu pun jadi tahu mana kebutuhan yang harus diprioritaskan dan mana yang tidak harus dibeli saat itu juga.

2. Memaksimalkan Belanja di UMKM

Adapun cara menghadapi resesi lainnya, yaitu maksimalkanlah belanja di UMKM. Ini merupakan salah satu cara mendukung perputaran perekonomian negara, loh!

3. Mencari Penghasilan Sampingan

Saat terjadi resesi ekonomi, banyak perusahaan melakukan PHK besar-besaran terhadap karyawannya karena harus menekan biaya produksi guna meminimalisir kerugian.

Meskipun kejadian ini tak kamu harapkan, tak ada salahnya kalau kamu mulai mencari-cari penghasilan sampingan. Penghasilan sampingan bisa membantu mendapatkan uang tambahan di luar pekerjaan utama. Nantinya, uang tersebut dapat dijadikan sebagai dana darurat maupun tabungan saat dalam kondisi darurat. Banyak cara mendapatkan penghasilan sampingan. Kamu bisa menjadi guru les, freelance, dan lain sebagainya.

4. Mulai Investasi dan Menabung

Terakhir, cara menghadapi resesi sebaiknya mulailah menabung dan melakukan investasi meskipun nilainya tidak besar. Dengan begitu, kamu masih punya simpanan uang yang dapat dipakai sewaktu-waktu saat kondisi darurat.

Oleh karena itu, investasi yang cocok dilakukan untuk menghadapi resesi adalah investasi saham yang keuntungannya dapat dirasakan untuk jangka panjang. Kamu bisa memulai investasi dengan modal yang tidak terlalu besar sebagai persiapan menghadapai resesi.

Baca juga: Cara Investasi Saham untuk Pemula dengan Modal Kecil

Nah, itulah pengertian mengenai apa itu resesi, dampaknya dan bagaimana cara menghadapinya. Dari penjelasan di atas, apakah kamu sudah menyiapkan diri untuk menghadapi resesi?

Baca juga: Simak Pengertian Mengenai Investasi, Cara & Contohnya

Scroll to Top