Alpha Investasi | Aplikasi Investasi Saham Terbaik untuk Pemula

Logo Alpha Investasi

Saham BMTR: Harga Saham BMTR & Analisa Teknikal Saham BMTR

Daftar Isi
Saham BMTR
Sumber: investor.id

Salah satu cara menganalisis harga saham adalah dengan mengamati pergerakan “investor bandar” atau yang lebih keren disebut dengan “bandarmology”. Investor bandar ini tidak hanya berupa investor institusi dengan modal besar, tetapi juga bisa investor retail kelas kakap. Salah satunya adalah Lo Kheng Hong.

Bapak-Bapak berusia 64 tahun ini dikenal sebagai “Warren Buffett-nya” Indonesia karena pemahaman beliau soal memilih saham yang lebih menekankan pada nilai saham tersebut, alih-alih kinerja harga hariannya.

Meskipun tercatat memiliki saham di banyak perusahaan, namun investor yang juga mantan bankir ini tercatat memiliki “saham kesayangan” dengan rasio kepemilikan yang cukup besar, yaitu 6,44%. Saham kesayangan tersebut adalah PT. Global Mediacom Tbk atau yang juga disebut dengan BMTR.

Tertarik untuk mengikuti langkah beliau berinvestasi di perusahaan ini? Yuk, simak pembahasan lengkapnya mengenai saham BMTR berikut ini:

Profil Saham BMTR

Logo Global Mediacom Tbk

Sumber: Wikipedia

Nama PT. Global Mediacom Tbk mungkin masih terdengar asing di telingamu, tapi sebenarnya produk perusahaan ini dapat kamu temukan dalam kehidupan sehari-hari. PT. Global Mediacom Tbk adalah perusahaan investasi yang menaungi PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) dan PT MNC Vision Networks.

Yups! Perusahaan ini menaungi kanal-kanal berita besar, seperti MNC TV, RCTI, Global TV, Inews dan beberapa layanan berbayar dalam bentuk televisi maupun aplikasi digital, seperti K-Vision. Roov dan RCTI+.

PT Global Mediacom lahir dengan nama PT Bimantara Citra pada tahun 1981/1982. Sebelum dimiliki oleh Hary Tanoesoedibjo dari tahun 2001 sampai sekarang ini, perusahaan ini dimiliki oleh Bambang Trihatmodjo, Rosano Barack dan Mochammad Tachril Sapi’ie. Perusahaan ini tercatat mulai melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 1995.

Selama periode 1981-1998, BMTR merupakan perusahaan konglomerasi yang bergerak di bidang perdagangan umum (produk dan jasanya sangat bervariasi). Namun setelah krisis moneter 1997-1998 dan dipegang oleh Hary Tanoe, perusahaan ini secara bertahap melepas anak perusahaannya yang tidak berfokus di bidang media massa dan berfokus di bidang ini saja. Puncaknya, pada tahun 2007, nama PT Bimantara Citra berganti menjadi PT. Global Mediacom Tbk seperti saat ini. Tapi karena sudah IPO sejak sebelum ganti nama, maka kode saham perusahaan ini tetap BMTR.

Baca juga: Cara Membaca Candlestick Saham

Harga saham BMTR

Harga Saham BMTR

Sumber: Aplikasi Alpha

Dari gambar di atas terlihat jika harga saham BMTR hari ini (tanggal 30 November 2023), berada pada level Rp264 per lembar atau sekitar Rp26.400 saja untuk mendapatkan satu lot saham BMTR. Meskipun terbilang terjangkau, namun harga saham BMTR ini belum termasuk level terendah, mengingat pada tahun 2020 lalu saham perusahaan media ini berada pada level Rp183 per lembar.

Gambar di atas adalah gambar riwayat harga saham perusahaan ini selama 5 tahun kebelakang. Apabila timeframe ini dibuat lebih sempit, maka akan tampak kalau kinerja harga saham perusahaan ini pada dasarnya cukup stabil, meskipun tercatat ada kenaikan yang cukup tajam pada Juli 2023 sebelum kembali menurun lagi.

Baca juga: Faktor yang Mempengaruhi Harga Saham, Patut untuk Diketahui!

Analisa Teknikal Saham BMTR

Analisa Teknikal Saham BMTR

Analisa teknikal saham adalah analisis yang menggunakan riwayat harga saham tersebut pada periode tertentu untuk kemudian diolah menggunakan model matematis dan statistik. Meskipun sebaiknya tetap digunakan oleh semua jenis investor, namun teknik ini lebih cocok untuk digunakan oleh investor atau trader jangka pendek karena riwayat harga yang digunakan menjadi bahan analisis dapat berubah sewaktu-waktu. Serta analisa teknikal digunakan untuk menentukan best price support saat mau melakukan aksi beli maupun best price resist saat ingin melakukan aksi jual.

Sejak Juli 2023 lalu, harga saham perusahaan ini tercatat mengalami bearish trend yang cukup kuat dengan penurunan harga hingga 20% dari Rp350 rupiah per lembar menjadi Rp280 perlembar. Ini artinya, dalam periode ini, aksi penjualan saham BMTR cenderung lebih kuat dibandingkan dengan aksi pembeliannya.

Namun demikian, nilai relative strength index (RSI) saham perusahaan ini masih di angka 40. RSI adalah indikator yang digunakan untuk mengukur kuat atau lemahnya perubahan harga saham dalam periode waktu tertentu. Sebuah saham dikatakan memiliki trend jual yang sangat kuat apabila nilai indeks RSI saham tersebut berada di angka 30 atau 20. Ini artinya, saham BMTR memang mengalami aksi jual yang kuat tapi belum pada tahap oversold (lebih banyak yang jual dibandingkan yang beli).

Tapi, kamu perlu ingat kalau analisis teknik ini bersifat jangka pendek. Jadi, misalnya kamu membaca artikel ini pada awal tahun 2024, bisa jadi hasil indeks RSI perusahaan ini akan berbeda, begitu pula dengan nilai harga sahamnya. Oleh karena itu, baiknya kamu tetap melakukan analisa teknikal yang baru sebelum membeli saham ini.

Tenang, kamu tidak perlu khawatir harus menghitung indeks ini sendiri. Sebab, berbagai indikator teknikal populer seperti RSI dan moving average sudah bisa kamu gunakan secara otomatis di aplikasi Alpha Investasi. Tinggal bagaimana kamu menentukan keputusan jual dan beli berdasarkan indikator-indikator tersebut.

Baca juga: Cara Investasi Saham yang Mudah & Tepat

Analisis Fundamental Saham BMTR

Analisis Fundamental Saham BMTR

Lalu, apakah pergerakan harga saham perusahaan ini sama dengan kinerja keuangannya? Dalam banyak kasus, harga saham memang tidak mencerminkan kinerja keuangan sebuah perusahaan. Hal ini karena dalam keputusan investasi, ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memberikan keputusan jual atau beli, seperti sentimen ekonomi pada kegiatan bisnis perusahaan dan lain sebagainya.

jika dilihat dari segi laporan keuangan bagian pendapatan dan laba, kinerja keuangan BMTR sejalan dengan performa harga sahamnya. Dibandingkan dengan kinerja keuangan perusahaan pada paruh pertama tahun 2022, terjadi penurunan yang cukup besar dalam pendapatan dan laba. Pada Juni 2022, saham BMTR mencatatkan pendapatan dan laba sebesar Rp6,9 Tn dan Rp1,2 Tn. Namun, pada Juni 2023, angka tersebut turun menjadi Rp5,9 Tn dan Rp850 Mn. Penurunan ini disebabkan oleh pembengkakan biaya, khususnya biaya lain-lain.

Hingga saat tulisan ini dibuat, BMTR belum merilis laporan keuangan kuartal 3 2023, sehingga kemungkinan ada peningkatan pendapatan dan laba dalam tiga bulan terakhir diiring dengan adanya sentimen kampanye yang sedang berlangsung di november 2023.

Baca juga: Contoh & Cara Analisis Fundamental Saham yang Tepat

Cara Beli Saham BMTR

Dapatkan saham BMTR dan saham media lainnya dengan mengunduh aplikasi Alpha Investasi di Google Play Store dan App Store. Setelah mengunduh, kamu bisa melakukan beberapa langkah berikut:

  1. Buka aplikasi Alpha atau daftar akun.
  2. Masukkan username dan password yang telah kamu daftarkan.
  3. Klik dan masukkan PIN.
  4. Buka menu portofolio dan cek apakah saldo RDN yang kamu miliki cukup untuk membeli saham kode BMTR ini.
  5. Jika sudah cukup, kamu bisa membuka menu order untuk membeli saham ini.
  6. Klik menu PIN di bagian kanan atas.
  7. Klik ok.
  8. Masukkan kode BMTR di bagian “Stock”.
  9. Pada menu harga, kamu bisa memasukkan level harga BMTR yang diinginkan.
  10. Masukkan jumlah lot saham BMTR yang kamu inginkan.
  11. Klik send.
  12. Klik submit.

Banner Aplikasi Saham Alpha

Scroll to Top